Monday, Dec 11th

Last update:11:48:26 PM GMT

RSS
You are here: Home Highlights

Highlights

IPO Agung Podomoro oversubscribed 5x

Harga IPO ditetapkan di Rp 365/saham dari rentang harga penawaran Rp 350-Rp450/saham. Dengan pelepasan 6,15 miliar lembar saham baru, Agung Podomoro akan meraup dana Rp 2,24 miliar dimana 35% diantaranya digunakan untuk membayar utang dan sisanya untuk pengembangan dan percepatan proyek baru. 

XL Axiata (EXCL) terus kurangi beban hutang

Di Desember 2010, EXCL akan melakukan pembayaran utang minimal Rp500 miliar setelah sebelumnya di bulan Oktober telah melunasi utang Rp 500 miliar ke BBCA. Per bulan September 2010 total ke BBCA mencapai Rp1 triliun sementara dalam satu tahun kedepan, utang yang jatuh tempo mencapai Rp2,17 triliun. Laba bersih EXCL di bulan September 2010 ini mencapai Rp 2 triliun (+73% yoy) atas penurunan beban bunga dari Rp1 triliun menjadi Rp648 miliar. 

Fajar Surya Wisesa (FASW) dapat pinjaman US$ 120 juta

Pinjaman tersebut dari konsorsium HSBC, UOB Buana dan OCBC yang akan digunakan untuk melunasi obligasi Perseroan senilai US$100 juta yang jatuh tempo pada Oktober 2011. Saat ini Perseroan sedang tahap penyelesaian mesin kertas nomor lima yang akan memproduksi corrugated medium paper berkapasitas 300.000 ton per tahun dan diharapkan mulai beroperasi awal tahun depan. Perseroan juga akan menambah kapasitas dua mesin kertasnya dari 350.000 ton per tahun menjadi 600.000 ton per tahun. 

Tigaraksa Ksatria (TGKA) dapat kontrak distribusi baru

Kontrak distribusi dan penjualan prinsipal merek dari tiga perusahaan tersebut diprediksi mampu menyumbangkan pendapatan hingga Rp 100 miliar tahun depan.

Smart-FREN akan merger 2-3 tahun kedepan

Sinergi kerja sama pemasaran bersama antara Smart dan FREN sudah dimulai tahun ini. Smart yang berada di pita frekuensi 1.900 MHz sangat berkepentingan untuk menjalin merger dengan FREN yang berada di pita 800 MHz mengingat perangkat customer premises equipment di pita milik Smart susah ditemui di pasar. 

Bank Tabungan Negara (BBTN) bidik remittance warga Korea Selatan

BBTN mengandeng Dongbu Saving Bank membidik layanan pengiriman uang kepada 20.000 penduduk dan perusahaan asal korea di Indonesia. Adapun bagi Dongbu bisa mengirikan uang TKI di negeri ginseng tersebut. 

Bank Tabungan Pensiunan (BTPN) jajaki pinjaman bank asing

Pinjaman tersebut untuk mendukung ekspansi perusahaan yang jumlahnya akan mengacu pada target kredit yang tercantum di RBB. Perseroan sedang menunggu persetujuan efektif dari Bapepam mengenai rencana menerbitkan obligasi senilai Rp 750 miliar sampai Rp1,25 triliun. Perseroan juga akan mengelar right issue senilai Rp1,3 triliun untuk mendongkrak CAR sekitar 4-5% hingga mencapai 20% dari posisi per September 15,2%.

PT Pembangunan Perumahan (PTPP)raih proyek Rp 286.9 miliar

PTPP raih proyek dari Dahana Rp 286,9 miliar. Total kontrak baru Perseroan hingga September 2010 menjadi Rp 4,59 triliun. Proyek tersebut mulai dikerjakan September dan dijadwalkan rampung pada September 2012. PTPP sedang mengikuti tender proyek senilai Rp 16,3 triliun di sektor kontruksi, EPC maupun investasi. PTPP menargetkan akhir tahun dapat meraih kontrak baru senilai Rp 17,01 triliun. 

PT Bukit Asam (PTBA) incar 4 proyek PLTU PLN

PTBA berniat menjadi pemasok batubara keempat PLTU yang memiliki kapasitas 3.000 MW tersebut. Produksi batubara Perseroan diperkirakan meningkat menjadi 14 juta ton dipicu meningkatnya kebutuhan domestik seiring mulai beroperasinya sejumlah pembangkit listrik yang masuk proyek 10.000 MW.

Harga Nikel Melejit, laba International Nickel (INCO) terbang 197%

Laba bersih INCO di kuartal III-2010 melesat 197,39% di banding tahun lalu, yakni dari US$110,49 juta menjadi US$ 328 juta. Pemicunya tak lain adalah kenaikan penjualan serta harga nikel. 

Tunas Ridean (TURI) bagikan dividen interim Rp 5 per saham

Jadwal pembagian di pasar regular dan negosiasi sebagai berikut: 
o  cum dividen : 22 November 2010 
o  Ex dividen : 23 November 2010 
o  Recording : 25 November 2010 
o  Pembayaran : 10 Desember 2010

Page 5 of 84