Monday, Dec 11th

Last update:11:48:26 PM GMT

RSS
You are here: Home Highlights

Highlights

BCA bagikan dividen interim Rp 42.5 per saham

Jadwal pembagian di pasar regular dan negosiasi sebagai berikut : 
o  cum dividen : 19 November 2010 
o  Ex dividen : 22 November 2010 
o  Recording : 24 November 2010 
o  Pembayaran : 9 Desember 2010 

Laba Medco Energy (MEDC) naik 18.44%

MEDC membukukan laba bersih US$17,98 juta, naik 18,44% dari US$15,18 juta. Penjualan MEDC naik 31,21% menjadi US$632,77 juta dari U$482,23 juta. Pendapatan terbesar diperoleh dari penjualan minyak dan gas yang mencapai US$411,42 juta, sementara penjualan kimia dan petrokimia mencapai US$88,06 juta. Pendapatan dari kontrak sebesar US$73,74 juta dan penjualan listrik dan jasa terkait sebesar US$59,54 juta. 

Indofood (INDF) bukukan laba bersih Rp 2.24 triliun

Laba tersebut menguat 42,67% yoy dari Rp1,57 triliun yang ditopang peningkatan tipis penjualan bersih sebesar 0,39% menjadi Rp28,3 triliun dari Rp28,9 triliun. Grup CBP memberikan kontribusi 47%terhadap penjualan bersih konsolidasi yang mencatatkan penjualan bersih Rp13,57 triliun.

Faktor kurs tekan laba Telkom

Laba bersih TLKM turun 3,9% yoy per Semptember 2010 menjadi Rp8,96  triliun dari Rp9,3 triliun seiring apresiasi nilai tukar rupiah yang menekan laba selisih kurs. Namun kinerja operasional Perseroan masih tumbuh dengan pendapatan sekitar Rp52,1 triliun naik 3,9% yoy.

Bank Mandiri (BMRI) raih laba Rp 6.4 triliun

BMRI raih laba Rp6,4 triliun, naik 38,2%. Lonjakan laba bersih tersebut ditunjang pertumbuhan fee based income yang tumbuh 46,0%menjadi Rp5,84 triliun dan pendapatan bunga bersih naik 17,4% menjadi Rp 14,96 triliun. Total outstanding kredit tumbuh 23,1% menjadi Rp 231,85 triliun. Penyaluran kredit terbesar ke sektor manufaktur sebesar 25% atau Rp 58 triliun, sektor pertambangan mengkontribusi 16,8% menjadi Rp38,8 triliun. 

BTN genjot nilai sekuritisasi menjadi Rp 1 triliun

Seluruh dananya akan digunakan untuk ekspansi kredit KPR. BBTN akan memberikan yield dibawah 10% per tahun, sebelumnya BBTN telah menerbitkan KIK EBA I & II dengan yield sebesar 13% dan 11%. 

Bank Permata (BNLI) melonjak 58% menjadi Rp 789 miliar

Pertumbuhan laba ditunjang kinerja operasional yang meningkat. Total pendapatan operasional meningkat 11% yoy menjadi Rp 3,04 triliun didorong pertumbuhan bunga yang naik 21% yoy menjadi Rp 2,4 triliun dan fee based income. Kredit BNLI meningkat 23% menjadi Rp 46,4 triliun dan NPL turun dari 2,1% menjadi 0,9%. Sementara DPK tumbuh 27% menjadi Rp 53,6 triliun, giro naik 41% menjadi Rp 12,4 triliun dan tabungan naik 38% menjadi Rp 11,6 triliun.

Astra International (ASII) naik 45.91% menjadi Rp 10.36 triliun

Kenaikan tersebut ditopang oleh kenaikan bisnis utama Perseroan yaitu sektor otomotif yang tumbuh 92% menjadi Rp5,2 triliun dan dari anak usahanya di jasa keuangan naik 42% menjadi Rp2,1 triliun, sektor alat berat naik 1% menjadi Rp1,8 triliun dan sektor infrastruktur meningkat 44% menjadi 273 miliar. Pendapatan perusahaan naik 34,52% yoy menjadi Rp95,03 triliun dari sebelumnya Rp70,64 triliun.

Medco Setujui Perpanjangan Kontrak

PT Medco Energi International Tbk (MEDC) meneken perpanjangan kontrak pengelolaan dua blok minyak dan gas (migas) dengan pemerintah Indonesia. Kedua blok tersebut meliputi Blok A di Aceh Timur, Nangroe Aceh Darussalam (NAD), dan Blok South & Central Sumatera Selatan.

Intraco Penta (INTA) raih kontrak jasa pertambangan US$ 125 juta

Pekan ini, anak usaha INTA, yaitu PT Karya Lestari Sumber Alam (Kasuari), berhasil mendapatkan kontrak pertambangan batubara senilai US$125 juta dari PT Harsco Mineral. Kontrak ini berdurasi empat tahun dan mulai berlaku pada januari 2011.

Kimia Farma (KAEF) right issue Rp 500 miliar

Aksi korporasi ini akan dilakukan di 2Q11 dengan melepas saham baru 3 miliar lembar saham di harga Rp150-200/saham. Dana hasil right issue akan digunakan untuk pengembangan industri hulu perusahaan dengan membangun pabrik produk steril di Cikarang, Bekasi Jawa Barat senilai US$120 juta.

Page 6 of 84