Monday, Dec 11th

Last update:11:48:26 PM GMT

RSS
You are here: Home Highlights

Highlights

Petrosea (PTRO) stock split 1:10

Perseroan akan melakukan stock split karena harga saham di pasar terlalu mahal, harga saham PTRO ditutup pada Rp 39.000 per saham kemarin. Perseroan akan melepas tambahan saham kembali (refloating) sekitar 18,5% sehingga total saham yang beredar dipublik menjadi 20% dari sebelumnya 1,5%.

Wijaya Karya (WIKA) bangun pabrik Rp 200 miliar

Pabrik berlokasi di Karawang, Jawa Barat tersebut mencetak tiang pancang dengan kapasitas produksi 300 ribu ton per tahun.

Indosat (ISAT) bukukan pendapatan Rp 14.84 triliun

Pendapatan tersebut naik 8,1% dibanding periode yang sama tahun lalu sebesar Rp 13,73 triliun. Pendapatan tersebut dikontribusikan dari pendapatan seluler sebesar Rp 11,91 triliun dan non seluler Rp 2,92 triliun. Pertumbuhan pelanggan Perseroan mencapai sebesar 40,9% tahun ini menjadi Rp 39,7 juta dari 28,2 juta pelanggan 2009.

Jaya Pari Steel (JPRS) catat laba bersih Rp 33.79 miliar

Pencapaian laba bersih kuartal III-2010 dipicu keuntungan selisih kurs sebesar Rp 1,43 miliar dibanding rugi Rp 18,21 miliar pada kuartal III-2009. Penjualan Perseroan naik 43% yoy menjadi Rp 308,32 miliar dibanding Rp 216,32 miliar pada 2009.

Anak usaha AKR Corporindo (AKRA) dapat pinjaman US$ 15 juta

Anak usaha AKRA, Khalista Chemical Industries Ltd, dapat pinjaman US$ 15 juta, setara Rp 135 miliar. Kredit tersebut didapatkan dari BMRI cabang Hongkong. Dananya akan digunakan untuk modal kerja, pembelian bahan baku produksi dan modal kerja anak usahanya.

Lippo Karawaci (LPKR) bagikan dividen interim

LPKR bagikan dividen interim Rp 50 miliar atau Rp 2,88 per saham. Tahun ini LPKR memproyeksikan pendapatan mencapai Rp 3 triliun naik 17% yoy dan laba bersih Rp 524 miliar naik 35% yoy. Manajemen perusahaan bisa merekomendasikan pembagian dividen final 2010 Rp 156 miliar atau Rp 9,02 per saham. Jadwal pembagian di pasar regular dan negosiasi sebagai berikut : 
  • cum dividen : 11 November 2010 
  • Ex dividen : 12 November 2010 
  • Recording : 16 November 2010 
  • Pembayaran : 1 Desember 2010 

Aneka Tambang (ANTM) siap kelola Inalum secara mandiri

Perseroan mengklaim telah memperoleh komitmen pinjaman bank untuk mengambil alih Inalum, namun realisasi masuknya ANTM ke Inalum masih menunggu keputusan pemerintah. Saat ini pemerintah sedang membentuk tim negosiasi untuk melakukan pengambilalihan 58,88% saham Inalum yang dimiliki Nippon Asahan Aluminium Co Ltd. 

Bank bukopin rencanakan 2 aksi korporasi senilai Rp 2 triliun

Kedua aksi korporasi tersebut yaitu right issue dan penerbitan obligasi subordinasi (subdebt). Tujuan dari aksi tersebut untuk menambah rasio CAR menjadi 16% yang saat ini dikisaran 12-13%.

BRI emisi subdebt Rp 3 triliun

Rencana penerbitan tersebut untuk menjaga CAR di level 12%. Pada  2011  kredit  teap  dijaga tumbuh pada level 20-25% sejalan dengan perbaikan kondisi perekonomian nasional. 

Modern International (MDRN) raih pinjaman Rp 280 miliar

MDRN raih pinjaman dari CIMB Niaga (BNGA) senilai Rp 280 miliar. Sebesar Rp 230 miliar akan digunakan untuk refinancing utang kepada Bank Modern dan anak perusahaan, sisanya untuk membangun gerai waralaba 7-eleven. Melalui refinancing ini Perseroan berharap beban bunga yang ditanggung Perseroan akan lebih ringan dari rata-rata 15% menjadi 12% bunga pinjaman BNGA.

Bumi Serpong Damai (BSDE) right issue Rp 5 triliun

Apabila investor menyetujui rencana right issue, maka BSDE akan menggunakan seluruh dana yang terkumpul untuk membiayai akusisi tiga perusahaan, yaitu PT Duta Pertiwi Tbk (DUTI), PT Sinar Mas Wisea dan PT Sinarmas Teladan. Nilai akusisi tiga perusahaan tersebut sekitar Rp 4,36 triliun. Perseroan berencana menerbitkan saham baru sebanyak 5,55 - 8,33 miliar saham dengan harga Rp 600 – 900 per saham.

Page 8 of 84